by

Marcus Rashford Berpotensi Pensiun Dini. Mengapa?

Sebuah prediksi diberikan Sam Allardyce mengenai karir Marcus Rashford. Mantan pelatih Timnas Inggris itu menilai striker muda MU itu akan sulit bermain di level tertinggi untuk pas yang lama.

Rashford sendiri merupakan keliru satu product sukses akademi Manchester United. Ia meraih debut di tim utama MU pas ia masih berusia 18 tahun, dan sejak pas itu ia reguler tampil di lini serang Manchester United.

Tidak cuma jadi andalan di MU, Rashford terhitung jadi andalan di Timnas Inggris. Bahkan pas ia masih berusia 18 tahun, ia telah dibawa ke Euro 2016 oleh Roy Hodgson, di mana sampai hari ini ia masih aktif membela The Three Lions.

Di mata Big Sam, kalau situasi ini konsisten berlanjut, Rashford bisa berpeluang pensiun di usai yang masih muda. “Dengan kondisinya pas ini, saya rasa sangat sulit ia bisa bermain sampai usia 30 tahun,” membuka Allardyce kepada Talk Sports.

Beban Fisik Berat
Dalam analisisnya, Allardyce menilai Rashford meraih porsi bermain yang sangat banyak, supaya ia tidak memiliki pas untuk istirahat dan itu akan berpengaruh di dalam karirnya.

“Kondisi ini karena ada tuntutan fisik dan psikis dan juga mental yang memicu ia akan mengalami kelelahan yang luar biasa. Jika situasi ini konsisten berlanjut, ia cuma memiliki pas kira-kira 3 minggu di dalam satu th. untuk berlibur.”

“Dia akan bermain di seluruh penjuru dunia karena pas ini tidak ada yang namanya pra musim lagi. Ia akan bermain untuk Timnas di musim panas nanti dan ia cuma memiliki pas kira-kira 3 minggu untuk istirahat.”

Bisa Pensiun Muda
Allardyce menilai kalau Rashford konsisten meraih beban layaknya ini terus, maka ia akan sulit untuk mempertahankan situasi tubuhnya di usia 30an supaya ia berpotensi pensiun lebih awal.

“Jika anda melihat apa yang ia laksanakan pas ini, saya rasa di usia 25 th. tubuhnya menjadi menjadi tidak nyaman. Meskipun dia tidak meraih cedera yang parah, namun lutut, pergelangan kaki, pinggang, dan punggungnya akan menjadi memiliki masalah seiring berjalannya waktu.”

“Situasi layaknya ini sebetulnya tidak menghentikannya untuk bermain, namun efek jangka panjangnya ia bisa mengakhiri karirnya lebih cepat daripada seharusnya. Jika anda melihat di Premier League pas ini, saya rasa semakin sedikit pemain yang bermain di usia di atas 30 th. daripada sebelumnya.” tandas eks manajer Everton tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed