by

kiper Liverpool, Alisson Becker ternyata puas mengamati,Kagumi Buffon

Kiper Liverpool, Alisson Becker ternyata puas mengamati aksi kiper-kiper lain untuk mempelajari kekuatan mereka dan coba menirunya. Meski telah terbilang keliru satu kiper terbaik kala ini, Alisson ternyata tetap terus belajar.

Alisson didatangkan Liverpool berasal dari AS Roma awal musim ini. Dia tampil gemilang di Roma dan timnas Brasil, Liverpool pun terpikat bersama dengan kehebatan Alisson dan mendatangkannya untuk menggantikan Loris Karius.

Terbukti, kehadiran Alisson tingkatkan level permainan Liverpool. The Reds ini tak mudah dibobol lawan. Dari 11 pertandingan Premier League sejauh ini, Liverpool baru kebobolan lima kali, cuma kalah berasal dari Man City.

Uniknya, di balik kehebatan tersebut, Alisson ternyata banyak studi berasal dari Jan Oblak dan Marc-Andre Ter Stegen

Taffarel dan Buffon
Alisson mengaku terpesona pada Caudio Taffarel dan Gianluigi Buffon, dua kiper senior. Dia banyak studi berasal dari memandang pertandingan-pertandingan keduanya. Khususnya kala Taffarel melaksanakan penyelamatan-penyelamatan gemilang.

“Saya selalu puas memandang kiper. Melihat style mereka, kekuatan dan kekurangan mereka, untuk studi dan berkembang. Di era kecil, aku selalu memandang Taffarel. Dia adlah idola kiper terbesar kita di Brazil berasal dari Piala Dunia 1994, ketka kita menang adu penalti di final,” ungkap Alisson di goal internasional.

“Dia miliki mutu tehnik yang bagus, penentuan posisi yang bagus, menjadi dia adalah kiper yang selalu menginspirasi saya.”

“Juga Gianluigi Buffon, dia, bagi saya, adalah keliru satu kiper terhebat dalam sejarah sepak bola, misalnya bukan yang terbaik,” sambungnya.

Lebih lanjut, soal kiper yang beredar kala ini, Alisson mengaku banyak mempelajari aksi Jan Oblak dan Ter Stegen. Baginya, dua kiper berikut sangat hebat dan menampilkan tehnik bermain yang sangat tinggi.

“Saya menyukai Oblak, dia adalah keliru satu kiper yang aku cermati. Dan Ter Stegen. Keduanya hebat. Ada lebih dari satu kiper lainnya, tapi untuk kala ini merekalah yang tampil lebih baik.”

“Level tehnik yang sangat tinggi, level konsentrasi yang sangat tinggi juga, mereka tingkatkan persaingan di antara kita para penjaga gawang,” lanjut dia.

“Itu adalah persaingan yang sehat untuk memandang siapa berasal dari kita yang bisa menjadi yang terbaik di akhir tahun nanti.”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed